hamasiraq_banner )I( Ayo Peduli Dunia Islam )I(

Friday, October 15, 2010

Brutalisme Polisi Mesir 'Pukuli Akhwat"





ngeri, marah, nangis, dengar jeritan dan teriakan "hasbunallah wa nikmal wakil", geram lita polisi pukulin akhwat, tidak manusiawi polisi-polisi tu memukuli para mahasiswi, apa dah mati perasaan dan hati mereka.


 sungguh brutal  dan bejat polisi, semua ini mengukuhkan kerusakan sistem dan kepemimpinan pemerintahan Husni Mubarak. yang telah berkuasa sejak 1981 dengan tangan besinya menindas rakyatnya.




berita pemukulan Sumayyah Asraf, menarik perhatian media cetak dan elektronik Timur Tengah, baik di jejaring Facebook, maupun media fortal informasi lainnya.. saya yakin akan terjadi perubahan besar di pentas politik mesir setahun kedapan.. kita liat.. masyarakat dah gerah, dan bosan dengan kedzaliman, dan kerusakan pemerintahnya.


Sumayyah Asraf kebanjiran simpati


Peristiwa pemukulan akhwat di kampus Universitas Al-Azhar Zaqaziq
Pemberitaan ini menjadi hangat di koran2 lokal Mesir, begitupun di fortal informasi

FB: silahkan kunjungi url fb berikut ini tuk meliat foto dan video kejadiannya.
http://www.facebook.com/pages/klna-smyt-ashrf/166425723374421

Islammemo
http://islammemo.cc/akhbar/arab/2010/10/14/108856.html

seruan dan panggilan perubahan dari Wasinton oleh aktifis dan pengacara Umar Afifi



Hasbunallahu wani'mal wakil...

Monday, October 11, 2010

Logika Aktualisasi Gerakan Da'wah: PKS




Platform pembangunan mereka memang tebal, 358 halaman. Puluhan doktor memeras serat-serat otak mereka untuk menganalisis problem bangsa yang tumpuk menumpuk. Membedah jasadnya, membentangkan 36 bidang, dari Politik Nasional, Perjuangan nelayan hingga UKM dan Koperasi, untuk diteropongi satuan-satuan peyakitnya, dan diberi obat-obat berdosis yang tidak rendah. Ini pekerjaan sebuah gerakan matang. Ini bukan soal membuat program kerja da'wah untuk RW dan karang taruna, tapi mengelola negara,  dengan Platform Pembangunan sebagai asas. Gerakan da'wah pemula belum akan mampu, bukan hanya menggelindingkanya menjadi isu negara, mencoba mengkhayalkannya pun sudah cukup membuat insomnia.
Gerakan da'wah di Eropa, bahkan baru sekedar menghadapi tantangan makanan halal-haram, isu jilbab, urusan muallaf yang harus dibina,  belum berfikir bagaimana kader da'wahnya berpartisipasi di dewan apalagi koalisi presiden. Beruntunglah Indonesia, karena diantara gerakan da'wah yang eksis, ada yang sudah mampu bermetamorpofosis menjadi partai yang empat kadernya jadi menteri negara.
Inti keinginan mereka itu, adalah soal realisasi cita-cita bangsa yang ada di UUD dan membangun masyarakat madani yang diridai Allah dan bingkai NKRI. Ini tujuannya, dan politik sarananya pada dekade sekarang, termasuk soal kursi-kursi adalah sebagian kecil mesin mereka dalam realisasi cita-cita. Karena jika dulu mereka bergerak hanya di pinggir-pinggir panggung, sekarang mereka bergerak di tengah panggung, bergandeng dengan aktor utama. 


Jika dulu mereka berteriak-teriak diluar benteng DPR, sekarang mereka merumuskan draft UU di ruang-ruangnya, karena nyatanya, cara seperti ini jauh lebih efektif dalam realisasi tujuannya.



Wednesday, September 22, 2010

HAMAS: Titik Terburuk Hubungan Kami Dengan Mesir


HAMAS meminta pemerintahan Mesir untuk membebaskan salah seorang petinggi Hamas, Muhammad Dababash, yang ditangkap oleh pihak keamanan Mesir, beberapa hari yang lalu, dan mengungkapkan bahwa alasan penangkapannya "tidak dapat dibenarkan". Pihak HAMAS menganggap hubungannya dengan Mesir saat ini sebagai fase terburuk.

Juru bicara resmi HAMAS, Sami Abu Zuhri mengganggap penangkapan Dababash memperburuk peran Kairo dalam Perundingan Palestina, dengan penangkapan anggota resmi dalam perundingan di Kairo. Hal ini menunjukkan ekskalasi politik yang ditempuh Mesir terhadap HAMAS.

Abu Dzuhri menampik penjelasan juru bicara luar negeri Mesir, Hisam Zaki, yang mengatakan pihak keamanan Mesir mencurigai Dababash melakukan sejumlah aktifitas yang menyalahi undang-undang Mesir, dan Pihak Mesir menangkapnya untuk memintainya sejumlah keterangan.

Juru bicara HAMAS menolak keterangan tersebut dan menganggap sebagai tudahan yang tidak benar, karena Dababash penduduk Palestina dan bukan warga Mesir, dan tidak pernah masuk ke Mesir kecuali sebagai anggota juru runding Palestina, serta tidak tinggal di Mesir untuk menyalahi undang-undang Mesir.

Dan menganggap penangkapan Dababash dalam bentuk penculikan, penyiksaan dan pembunuhan orang-orang Palestina di penjara-penjara Mesir, juru bicara HAMAS juga meminta Kairo untuk melihat ulang apa yang disifatinya sebagai politik yang salah dan tidak benar terhadap bangsa Palestina, beliau juga meminta pihak Liga Arab segera turun tangan menyelamatkan Dababash dan saudara-saudaranya yang ditahan di penjara-penjara Mesir, dan melindungi nyawa mereka dari bahaya yang mengancam mereka.

Dababash merupakan salah satu petinggi keamanan di tubuh gerakan HAMAS, ditangkap di bandara Kairo, saat baru tiba dari Arab Saudi menjalankan ibadah Umrah. Dengan tuduhan memakai pasport palsu, dan berusaha menyelundupkan dana dan perangkat nirkabel melalui tanah Mesir. (Sahabatmesir/Alj)

Saturday, September 18, 2010

Nasional Untuk Perubahan ; Boikot Pemilihan Parlemen

Kairo-Sahabatmesir- Nasional Untuk Perubahan yang dipimpim oleh mantan ketua Badan Atom Internasional , Dr. Muhammad Al-Baradai, telah mengambil dan memutuskan sikap untuk memboikot pemilihan parlemen yang akan datang.  Disebabkan, Partai Demokrasi Nasional yang berkuasa tidak memberikan jaminan pemilihan yang bersih.

Hal ini diiungkapkan pada pertemuan yang diadakan oleh Organisasi Nasional Untuk Perubahan pada hari Rabu sore, di markas Partai Fron Demokrasi yang dihadiri oleh Jamilah Isimail, George Ishak, Hasan Nafi, Muhammad Baltagi, serta juru bicara Organisasi Perubahan Nasional, Hamdi Kandil dan Ketua Baru Organisasi Perubahan Nasional, Abdul Jalil Mushtafa.

Begitupun dengan Partai Gad [Masa Depan], yang dipimpin oleh Aiman Nur, pada Selasa kemarin, beliau mengumumkan boikot pemilihan parlemen,  yang akan dilaksanakan bulan November nanti. Sesuai dengan hasil musyawarah di kantor DPP Partai Gad, 41 suara setuju dengan boikot dan 6 suara minta untuk berpartisipasi dalam pemilihan perlemen, dan lainnya batal.

Dan Baradai yang dianggap calon kuat dari orgnisasi nasional untuk perubahan, mengungkapkan minggu lalu, pemilihan parlemen tidak akan bebas dari kecurangan dan siapa yang berpartisipasi di dalamnya, maka ia menyalahi kehendak Rakyat (SAHIR/Masrawy)

Thursday, September 16, 2010

Di Negeriku Da’i Ditangkapi [KISAH NYATA]

Hadaik-SahabatMesir (SAHIR)  - Bangsa yang tidak menghargai keringat anak negerinya, adalah bangsa yang tidak memiliki masa depan. Negara yang memusuhi dan memata-matai bahkan menangkapi rakyatnya, adalah Negara yang  selamanya dalam keterpurukan dan tidak pernah bisa bangkit. Begitulah kondisi negeriku, walaupun negeriku telah berumur ribuan tahun, dan telah disinggahi oleh tiga peradaban besar dunia (Firaun, Yunani*Nashrani*, dan Islam), namun negeriku hingga saat ini, tetap dalam keterpurukan, negeriku kotor tak terurus berantakan.  

Orang telah  putus asa dan kehilangan harapan untuk menghirup udara kebebasan, negeriku tidak lagi menjanjikan keamanan bagi rakyatnya, yang ada hanya penangkapan, penculikan, oleh instansi keamanan. Bahkan negeriku tidak segan-segan mengusir anak-anak negerinya yang kritis dan cerdas. Orang-orang reformis di negeriku dianggap musuh penguasa.  Mereka dituduh pembuat ricuh, pemberontak dan tidak menginginkan negeri ini damai. Orang-orang shaleh di negeriku , adalah para teroris, fundamentalis, garis keras, dan membahayakan. Orang-orang berjengot dan menghidupkan sunah Rasul adalah terbelakang dan tidak mengikuti kemajuan zaman dan terasing.

Sementara para pelaku maksiat adalah pejuang kebebasan, pahlawan kemanusian. Di negeriku mereka orang penting, icon dan kebanggaan masyarakat. Idola masyarakatku, para artis bintang film, dan pemain bola. Sebab itu negara menjamin keamanan mereka dan diberikan kebebasan berekspresi dan berbuat apa saja, selama tidak mengusik entitas politik penguasa.

Wednesday, September 15, 2010

Pemimpinku Mendzalimiku [KISAH NYATA]

Buus-sahabatmesir- hampir tiap malam di musim panas ini, kebiasaan saya susah tidur malam,
kadang begadang sampai subuh, nanti setelah subuh baru bisa istrahat. Malam ini pun [dah jam 01.46] belum tidur, akhirnya kumanfaatkan untuk menulis apa yang baru yang baru kualami dan kudengar.

Kali ini saya hanya pengen bercerita, tentang kedzaliman para pemimpim terhadap rakyatnya. Tentang jeritan kaum "marhaenis" atas sikap para penguasa yang hanya tau melayani dan menggemukkan keluarga mereka. Suara-suara aspal dan jalanan yang tidak pernah didengar dan memang sengaja tidak didengar oleh mereka yang hidup didalam istana kemegahan, kursi ratu Balkis.

Manusia Rabbani Pasca Lebaran

Malam-malam kita tak lagi seperti dulu, yang syahdu di bawah lantunan tilawah imam-imam tarawih. Penghujung malam kita pun tak seperti dulu lagi, yang larut dalam tahajud panjang, lalu merengguh keberkahan sahur, sembari zikir dan istighfar di sela-sela sisa waktunya.
Saat Shubuh tiba, masjid terlihat lebih padat dibandingkan waktu shubuh di luar Ramadan. Selepas sholat, sebagian makmum lebih memilih duduk berzikir menanti syuruq, mereka berlomba-lomba meraup pahala haji dan umrah, yang disempurnakan dengan mengerjakan sholat sunah dua rakaat.
Sholat kita pun tak seperti dulu, yang lebih semangat memburu lima waktu jama’ah di masjid. Mengejar untuk mengkhatamkan Al Quran berulang kali, berlama-lama di masjid untuk satu, dua atau bahkan tiga juz Al Quran setiap hari.
Sore kita, tak lagi disibukkan dengan zikir petang dan doa. Dulu kita larut dalam detik mustajab menjelang masuknya waktu Maghrib. Menikmati dua ganjaran kebahagiaan; bahagia karena berbuka, dan bahagia karena puasa kita menjadi wasilah bermuwajahah dengan Allah Swt. Tapi itu dulu, lantas bagaimana dengan hari ini, pasca Ramadan? Bukankah Rabb yang menjanjikan ganjaran berlipat selama Ramadan, Ia juga Tuhan yang sama ketika di luar Ramadan?
Ada kata-kata menarik yang menyadarkan kita akan hal ini, “"Kun rabbâniyyan, wa lâ takun ramadhâniyyan"  Jangan menjadi manusia Ramadan, yang kuat ibadahnya karena berada di bulan Ramadan saja, karena setelah bulan itu berlalu, ia tak akan mengalami perubahan hidup untuk menjadi lebih bertakwa. Namun jadilah manusia alumni Ramadan yang memiliki nilai kepribadian diri, penghambaan kepada Allah yang tak kenal henti, menjadi manusia bertakwa tanpa batas, sesuai target yang diharapkan dari penggemblengan selama sebulan. Dengan syaratnya, ia harus menjadi hamba Allah yang bobot ibadahnya terus meningkat, sekali pun ia telah berada di luar bulan Ramadan.